Kecemasan itu menyiksa jiwa dan raga

Kecemasan itu menyiksa jiwa dan raga

Kata orang, hidup ini penuh dengan kesedihan dan kemurungan, maka kujawab: “Tersenyumlah! Biarlah kemurungan hanya terjadi di langit (saat sedang mendungnya).”

 

Dampak paling buruk yang ditimbulkan oleh sikap cemas ialah buyarnya potensi kemampuan diri untuk mengonsentrasikan hati. Manakala kita dirundung oleh kecemasan, pastilah konsentrasi hati kita akan menjadi tercerai-berai. Akan tetapi, manakala kita memaksakan diri untuk menghadapi prediksi yang paling buruk, berarti kita telah memposisikan diri dalam suatu sikap yang memungkinkan bagi kita untuk mengonsentrasikan hati guna menanggulangi ini permasalahan yang sedang kita hadapi.

Sungguh berada di luar kemampuan kita bila kita bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan yang penting dan dalam waktu yang sama kita merasa cemas dengan keberhasilannya. Sesungguhnya masing-masing dari kedua perasaan ini berseberangan dengan yang lainnya sehingga keberadaan salah satunya meniadakan yang lainnya.

Jika anda mulai merasakan bahwa kecemasan terhadap masa sekarang mulai mengguncangkan diri anda, kembalikanlah ingatan anda pada kecemasan paling berat yang pernah anda alami pada masa lalu. Dengan demikian, pikiran anda akan terbebani oleh dua genggaman  yang berbeda, bukan hanya satu genggaman. Maka sudah barang tentu genggaman yang lebih kuat yang terjadi pada masa lalu akan mengalahkan genggaman masa kini yang kurang kuat. Saat itu orang yang bersangkutan akan mengatakan: “Tiada sesuatu pun yang lebih buruk daripada krisis masa lalu. Meskipun demikian, aku berhasil melaluinya.” Jika anda dapat melalui krisis itu dan melewatinya dengan selamat, maka kesulitan dan bahaya krisis hari ini pasti lebih ringan.

Sesungguhnya kecemasan lebih dekat mencekam diri anda saat anda berada di luar waktu kerja. Kecemasan hanya akan melanda diri anda saat waktu luang anda tanpa pekerjaan, karena ilusi anda pada saat itu menghimpun dan membolak-balikan segalam macam prediksi. Adapun untuk mengobati keadaan tersebut, hendaknya anda sibukkan diri anda dengan kerja sepenuh kesungguhan.

Dipetik dari buku:Jadilah Wanita yang paling Bahagia”
Karya Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni”

 

Pencerahan

Nyaris saja berbagai urusan sepele menjerumuskan orang yang sangat bijak sekalipun ke dalam jurang kegilaan

Demikianlah penjelasan tentang ”Kecemasan itu menyiksa jiwa dan raga” semoga artikel ini berguna bagi kelangsungan hidup anda, jadilah orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Artikel menarik lainnya…

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *