Barang siapa yang kikir, maka sebenarnya ia kikir terhadap dirinya sendiri

Barang siapa yang kikir, maka sebenarnya ia kikir terhadap dirinya sendiri

Jadilah kamu bak bintang yang cemerlang, tidak pernah takut kepada kesedihan dan kegelapan yang datang menimpa diri

 

Berikut ini adalah kisah yang sangat menarik dari Ummul Banin binti ‘Abdul ‘Aziz, saudara perempuan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Selain seorang wanita yang murah hati, dia juga sering mengundang kaum wanita ke rumahnya, lalu memberi mereka pakaian yang indah-indah dan uang dinar yang banyak, seraya berkata: “Pakaian ini untuk kalian dan uang dinar ini bagi-bagikanlah di antara orang-orang fakir kalian!”

Dia lakukan hal itu untuk mengajari dan membiasakan mereka agar memberi dan bersikap dermawan. Dalam sebuah atsar yang bersumberkan darinya disebutkan bahwa ia pernah mengatakan: “Cis dengan sifat kikir. Demi Allah, seandainya kikir berupa baju, niscaya aku tidak akan mau mengenakannya, dan seandainya ia jalan, niscaya aku tidak mau melaluinya.”

Perihal kedermawanan ini, para ulama menyebutkan: “Setiap kaum mempunyai kecendrungannya sendiri terhadap sesuatu dan kecendrunganku hanyalah dalam hal berderma dan memberikan santunan. Demi Allah, sesungguhnya berderma dan memberikan santunan benar-benar lebih kusukai daripada makanan yang enak bagi orang yang lapar dan minuman yang sejuk bagi orang yang kehausan.”

Disebutkan bahwa karena sangat cintanya kepada berinfaq, meletakkan harta pada tempat yang sebenarnya, dan membuat contoh-contoh kebaikan, Ummul Banin rahimullah pernah mengatakan: “Aku tidak pernah iri terhadap seorang pun karena sesuatu hal, kecuali bila dia seorang yang murah hati, karena sesungguhnya aku ingin bergabung dengannya dalam hal tersebut.”

Inilah kisah Ummul Banin dan inilah ucapan dan perbuatannya, maka adakah wanita-wanita lainnya yang ingin seperti Ummul Banin?

Dipetik dari buku: Jadilah Wanita yang paling Bahagia”
Karya Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni”

 

Pencerahan

Kebahagiaan yang hakiki akan terealisasi bila akeakuan diri telah mati

Demikianlah penjelasan tentang ”Barang siapa yang kikir, maka sebenarnya ia kikir terhadap dirinya sendiri” semoga artikel ini berguna bagi kelangsungan hidup anda, jadilah orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Artikel menarik lainnya…

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *