Syarah ‘Uquudul Lujain (bag.23)

Syarah ‘Uquudul Lujain (bag.23)

PASAL KEEMPAT:
MENJELASKAN TENTANG HARAMNYA SEORANG LAKI-LAKI MEMANDANG WANITA AJNABIYAH DAN SEBALIKNYA


{الفَصْلُ الرَابِعُ فِيْ حُرْمَةِ نَظَرِ الرَجُلِ إِلَى النِّسَاءِ الأَجْنَبِيَّاتِ وَعَكْسِهِ}


(قَالَ اللهُ تَعَالَى) في سورة الأحزاب (وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا) أي شيئا من آلات البيت (فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ) أي ستر يستركم عنهن ويسترهن عنكم (وَقَالَ تَعَالَى) في سورة النور (قُلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ) أي عما لا يحل لهم نظره (وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ) أي عما لا يحل لهم فعله بها (ذَلِكَ أَزْكَى) أي خير (لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُوْن) أي بالأبصار والفروج، فيجازيهم عليه (وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ) أي عما لا يحل لهنّ نظره (وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ) أي عما لا يحل لهن فعله بها. ‏

Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab: Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir.
Allah berfirman dalam surat An-Nur Ayat 30: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.

33


(وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إبْلِيسَ، فَمَنْ تَرَكَهَا) أي النظرة (خَوْفًا مِنَ اللهِ تَعَالَى) أي غضبه (أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى إيمَانًا يَجِدُ حَلاَوَتَهُ) أي الإيمان (فِيْ قَلْبِهِ).
     (وَقَالَ عِيْسَى عَلَيْهِ السَلاَمُ: إِيَّاكُمْ وَالنَظْرَةَ) أي اتقوا النظرةَ (فَإِنَّهَا تَزْرَعُ) أي تنبت (فِيْ الْقَلْبِ شَهْوَةً، وَكَفَى بِهَا فِتْنَةً) وهذه الجملة فعل وفاعل وتمييز.

Rosulullah SAW bersabda: Pandangan itu bagaikan anak panah yang beracun dari panah iblis, barang siapa yang meninggalkan pandangan karena takut kepada Allah, maka Allah berikan padanya keimanan dan merasakan manisnya iman dalam hati.
Nabi Isa AS berkata: Jagalah pandanganmu, karena dalam pandangan bisa menimbulkan syahwat dalam hati dan cukuplah yang demikian sebagai fitnah.

     (وَقَالَ سَعْدٌ بْنُ جُبِيْرٍ: إِنَّمَا كَانَتْ فِتْنَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَلاَمُ مِنْ أَجْلِ النَظْرَةِ) رُوي أن داود وقع بصَرُه على امرأةِ أوريا بن حنان، فمال قلبه إليها، وليس له في هذا ذنبٌ البتة. أما وقوعُ بصَره عليها بغير قصدٍ، فليس بذنب. وأما حصول الميل عقب النظر فليس أيضا ذنبا، لأن الميل ليس في وُسْعِه، فليس مكلفا به، فلما وقع في قلبه محبتها طلب من أوريا، فقال له عليه السلام: انزل عن امرأتك واكفلنيها، فاستحيا أوريا أن يزده وطلقها، وكان ذلك جائزا في شريعة داود معتادا فيما بين أمته، غيرَ مُخِلّ بالمروأة، فكان يسأل بعضهم بعضا أن ينزل عن زوجته فيتزوجها إذا أعجبته. هذا، وإن كان جائزا في ظاهر الشريعة، إلا أنه لا يليق لتركه الأفضل، ولذلك عاتبه الله على ذلك. ثم إن طلب داود امرأة أوريا لسر يعلمه الله تعالى، وهو أنه لما تزوجها أتت له بسليمان عليه السلام فهي أمه.

Kisah Nabi Dawud AS jatuh hati pada seorang wanita yang telah bersuami.
Berkata Sa’dun Bin Jubair RA: Terbuktilah bahwa fitnah yang dialami Nabi Dawud AS adalah berawal dari pandangan.
Diriwayatkan, suatu ketika Nabi Dawud AS tak sengaja melihat seorang wanita, isteri dari Uriya bin Hanan,maka condonglah hatinya pada wanita itu.
sebenarnya dengan tak sengaja melihat tidaklah dosa bagi Nabi Dawud, adapun terlihatnya wanita itu bukan disengaja, ini juga buka suatu dosa. Adapun timbulnya kecondongan hati akibat/efek dari melihat tadi juga tidaklah dosa. karena condongnya hati bukan dalam kekuasaan Nabi Dawud.
Maka tatkala tumbuh dalam hati Nabi Dawud, kecintaan kepada isterinya uriya, maka ia memohon kepada uriya dan ia berkata: Wahai Uriya, lepaskanlah isterimu (maksudnya, Tholaqlah isterimu) aku akan mencukupinya. Uriya merasa malu kepada Nabi Dawud dan ia pun menceraikan isterinya. Dan hal seperti ini diperbolehkan dalam syari’at yang beliau bawa dan sudah menjadi hukum adat dikalangan umat Nabi Dawud AS (maksudnya, jika seseorang mencintai seorang wanita yang telah bersuami, ia boleh meminta kepada suaminya untuk menceraikannya dulu sebelum ia nikahi). dan hal ini tidak merusak kehormatan.
Namun demikian, walaupun diperbolehkan dalam syari’at Nabi Dawud hal seperti itu, akan tetapi jika ditinggalkan akan lebih afdhol.
Dan karena hal itu, Allah mencela  tindakan Nabi Dawud, permohonan Nabi Dawud untuk menikahi isteri uriya adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT.  Dan ketika Nabi Dawud menikahinya, terlahirlah Nabi Sulaiman AS (Nabi Sulaiman terlahir dari wanita (isteri Nabi Dawud) yang sebelumnya wanita ini adalah isteri dari Uriya bin Hanan.

في بيان حقوق الزوجين لمحمد بن عمر بن على نووي البنتني الجاوي شرح عقود اللجين
Syarah ‘Uquudul Lujain dalam menjelaskan hak dan kewajiban suami istri, karangan syeikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawwi Al-Bantani, Al-Jawi
PERLU DIKETAHUI: Artikel ini disediakan untuk kebutuhan internet secara menyeluruh, sedangkan untuk keterangan lebih jelas lagi tentang isi kitab ‘Syarah Uquudul Lujain’ dapat anda ikuti melalui Majelis-majelis terdekat atau tanyakan pada Ulama-ulama yang ada disekitar anda.
Bagian pintas Syarah ‘Uquudul Lujain 
(bag.01) (bag.02(bag.03) (bag.04) (bag.05) (bag.06) (bag.07) (bag.08) (bag.09) (bag.10) (bag.11) (bag.12) (bag.13) (bag.14) (bag.15) (bag.16) (bag.17) (bag.18) (bag.19) (bag.20) (bag.21) (bag.22) (bag.23) (bag.24) (bag.25) (bag.26) (bag.27) (bag.28) (bag.29) (bag.30) (bag.31) (bag.32) (bag.33)

Wallahu a’lam

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *