Syarah ‘Uquudul Lujain (bag.12)

Syarah ‘Uquudul Lujain (bag.12)

PERLAKUAN BAIK ISTERI ATAS SUAMINYA

(وَيَنْبَغِيْ) أي يطلب لها (أَنْ تَعْرِفَ أَنَّهَا كَالْمَمْلُوْكَةِ) أي الأمة (لِلزَّوْجِ) وكالأسير العاجز في يد الرجل (فَلاَ تَتَصَرَّفُ) أي تنفق (فِيْ شَيْءٍ مِنْ مَالِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ) أي الزوج (بَلْ قَالَ جَمَاعَةٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ: إِنَّهَا لاَ تَتَصَرَّفُ أَيْضًا فِيْ مَالِهَا إِلاَّ بِإِذْنِهِ، لأَنَّهَا كَالْمَحْجُوْرَةِ لَهُ) أي إن المرأة لزوجها كالممنوع من تصرف المال لأجل الغرماء.

Seyogyanya (sunah) seorang isteri mengetahui dan menempatkan dirinya seperti seorang Amat (hamba sahaya perempuan) terhadap suaminya, atau seperti tawanan dalam kekuasaan seseorang). Ia (isteri) tidak diperbolehkan menafkahkan harta suaminya tanpa seizinnya.
Ulama mengatakan: Bahkan seorang isteri tidak boleh mentashorufkan hartanya sendiri kecuali atas izin suaminya, karena seorang isteri laksana orang yang ditahan tashorufnya.

05

     (وَيَجِبُ عَلَى الْمَرْأَةِ دَوَامُ الْحَيَاءِ مِنْ زَوْجِهَا) وقلة المماراة له (وَغَضُّ طَرْفِهَا) بسكون الراء أي خفض عينها (قُدَّامَه، وَالطَّاعَةُ) أي لزوجها (لأَمْرِه، وَالسُّكُوْتُ عِنْدَ كَلاَمِه، وَالْقِيَامُ عِنْدَ قُدُوْمِهِ) أي مجيئه من السفر (وَخُرُوْجِه) أي من المنزل، وإظهار الحب له عند القرب، وإظهار السر عند الرؤية له (وَعَرْضُ نَفْسِهَا) أي إظهارها (لَهُ) أي الزوج (عِنْدَ)  إرادة (النَّوْمِ، والتَعَطُّرُ) أي طيب الرائحة له (وَتَعَهُّدُهَا الْفَمَ) أي تجديد إصلاحه (بِالْمِسْكِ وَالطِّيْبِ) ونظافة الثوب (وَدَوَامُ الزِّيْنَةِ بِحَضْرَتِه، وَتَرْكُهَا) أي الزينة (عِنْدَ غَيْبَتِهِ) قال الأصمعي: رأيت في البادية إمرأةً عليها قميص أحمرُ، وهي مختضبة، وبيدها سبحة، فقلت: “ما أبعد هذا من هذا ؟”، فقالت من بحر الطويل:
ولله مني جانب لا أضيعه >< وللهو مني والبطالة جانب

Dan wajib kepada seorang isteri memelihara rasa malu terhadap suaminya, dan menundukkan kepala/menurunkan pandangannya ketika berada didepan suami, dan menuruti semua perintah suami, dan diam ketika suami berbicara, dan berdiri serta menyambut ketika suami tiba dari perjalanan, Dan mengantarkan suami sampai pintu depan rumah ketika suami akan melaksanakan perjalanan, menampakkan sikap cinta ketika dekat suami, menyerahkan dirinya ketika suami hendak tidur, dan menggunakan wewangian/farfum ketika berhadapan dengan suami, selalu menjaga dan membersihkan mulutnya ketika akan berbicara dengan suami, dan mengenakan pakaian yang bersih ketika bersama suami, dan selalu berhias/mempercantik diri ketika bersama suami, dan meninggalkan berhias ketika suami sedang tidak berada dirumah/sedang bepergian.

فعلمت أنها امرأة صالحة لها زوج تتزين له (وَتَرْكُ الْخِيَانَةِ لَهُ عِنْدَ غَيْبَتِهِ فِيْ فِرَاشِهِ وَمَالِهِ) قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: {لاَ يَحِلُّ لَهَا أَنْ تُطْعِمَ مِنْ بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ إِلاَّ الرَّطْبَ مِنَ الطَّعَامِ الَّذِيْ يُخَافُ فَسَادُهُ، فَإِنْ أَطْعَمَتْ عَنْ رِضَاهُ كاَنَ لَهَا مِثْلُ أَجْرِهِ، وَإِنْ أَطْعَمَتْ بِغَيْرِ إِذْنِهِ كَانَ لَهُ الأَجْرُ وَعَلَيْهَا الوِزْرُ}. (وَإِكْرَامُ أَهْلِهِ) أي الزوج (وَأَقَارِبِهِ) ولو بالكلام الجميل (وَرُؤْيَةُ الْقَلِيْلِ مِنْهُ) أي الزوج (كَثِيْرًا) وقبولُ فعله بالشكر، ورؤيةُ حاله بالفضل (وَأَنْ لاَ تَمْنَعَ نَفْسَهَا) منه (وَإِنْ كَانَتْ عَلَى ظَهْرِ قَتَبٍ) بفت القاف والتاء أي سرج البعير، وذلك إذا كان التمتع مباحا، بخلاف غير المباح كوطء حائض أو نفساء قبل لبغسل ولو بعد انقطاع الدم عند الشافعي رضي اللع عنه.

Dan tidak berkhianat kepada suaminya ketika suami sedang bepergian (menjaga farji/kehormatan serta harta suami).
Rosulullah bersabda: “Tidak halal (haram), bagi seorang isteri memberikan makanan dari rumah suaminya kecuali atas izinya dan kecuali memberikan makanan yang tidak tahan lama (makanan akan terbuang mubadzir jika tidak di berikan). Jika isteri memberikan/menshodaqohkannya dengan izin suami, maka ia mendapat pahala seperti yang diberikan kepada suaminya, namun jika ia memberikannya tanpa izin suaminya, maka suami mendapatkan pahala sedangkan isteri akan mendapat dosa”.
Selanjutnya yang harus dilakukan isteri adalah, memuliakan keluarga dan kerabat suami, walau hanya dengan bicara yang baik dan beradab. Pemberian suami berapapun nilainya ia anggap besar karena rasa syukur.
Dan tidak boleh menahan dirinya/melarang, mencegah suaminya untuk bersenang-senang atas dirinya, walaupun ia sedang berada dalam punggung unta, dengan catatan “tamattu” nya diperbolehkan agama.
Berbeda jika dilarang agama seperti suami menginginkan senggama sedangkan isteri dalam keadaan haidh atau nifas. Bahkan menurut Imam syafi’i r.a walaupun darah haidh atau nifas itu telah berhenti namun belum mandi besar.

     وقال ابن عباس رضي الله عنهما، سمعت رسولَ الله صلى الله عليه وسلم: {لَوْ أَنَّ امْرَأَةً جَعَلَتْ لَيْلَهَا قِيَامًا وَ نَهَارَهَا صِيَامًا وَ دَعَاهَا زَوْجُهَا إِلَى فِرَاشِهِ وَ تَأَخَّرَتْ عَنْهُ سَاعَةً وَاحِدَةً جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُسْحَبُ بِالسَّلاَسِلِ وَ الأَغْلاَلِ مَعَ الشَّيَاطِيْنَ إِلَىْ أَسْفَلِ السَّافِلِيْنَ}.

Ibnu Abbas berkata: Aku mendengar Rosulullah bersabda: Dan bahwa sesungguhnya jika ada seorang isteri yang seluruh malamnya ia gunakan untuk tahajjud, dan siangnya ia berpuasa sunah, namun ketika suaminya mengajak senggama ia mengakhirkan ajakan suaminya walau hanya satu saat saja, maka (jika tidak bertaubat) pada hari qiamat ia akan datang dengan digusur/di tarik dengan rantai dan seluruh badannya di belenggu, ia bersama-sama golongan syetan menuju tempat paling bawah dari yang paling bawah (neraka).

Na’udzu billahi min dzalika.

((semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya, walaupun ini ditujukan kepada isteri, namun sangat perlu diketahui juga oleh para suami agar dapat saling mengingatkan)).

في بيان حقوق الزوجين لمحمد بن عمر بن على نووي البنتني الجاوي شرح عقود اللجين
Syarah ‘Uquudul Lujain dalam menjelaskan hak dan kewajiban suami istri, karangan syeikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawwi Al-Bantani, Al-Jawi
PERLU DIKETAHUI: Artikel ini disediakan untuk kebutuhan internet secara menyeluruh, sedangkan untuk keterangan lebih jelas lagi tentang isi kitab ‘Syarah Uquudul Lujain’ dapat anda ikuti melalui Majelis-majelis terdekat atau tanyakan pada Ulama-ulama yang ada disekitar anda.
Bagian pintas Syarah ‘Uquudul Lujain 
(bag.01) (bag.02(bag.03) (bag.04) (bag.05) (bag.06) (bag.07) (bag.08) (bag.09) (bag.10) (bag.11) (bag.12) (bag.13) (bag.14) (bag.15) (bag.16) (bag.17) (bag.18) (bag.19) (bag.20) (bag.21) (bag.22) (bag.23) (bag.24) (bag.25) (bag.26) (bag.27) (bag.28) (bag.29) (bag.30) (bag.31) (bag.32) (bag.33)

Wallahu a’lam

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *