Wanita pejuang yang pertama

Wanita pejuang yang pertama

Adakalanya seorang pemuda membenci suatu urusan, padahal kesudahannya akan membuatnya senang.

 

Dahulu hiduplah seorang wanita dalam sebuah istana yang paling besar pada zamannya. Dia mempunyai banyak pelayan perempuan dan pelayang laki-laki. Kehidupannya bergelimangan dengan kemewahan dan kesenangan. Sesungguhnya dia adalah Asiah binti Muzahim RA, istri raja Fir’aun (Pharao). Dia adalah satu-satunya wanita, meskipun ditinjau dari fisiknya sebagai seorang wanita terlihat lemah, yang dapat hidup aman lagi tentram di dalam istananya, karena cahaya iman telah menembus dan menerangi kalbunya. Akan tetapi, masih belum puas dengan semuanya itu, maka dengan beraninya dia menentang realita arus jahiliyyah yang dipimpin oleh suaminya sendiri. Wanita pejuang yang pertama

Sesungguhnya dia adalah sosok wanita yang memiliki visi ke depan yang amat jauh hingga melampaui istana yang di diaminya, hamparan empuk yang dipijaknya, dan kehidupan yang berlimpah dengan kemewahan, dan juga melampaui semua pelayan perempuan dan laki-laki yang selalu siap melayani semua keperluannya. Oleh karena itu, ia berhak untuk diabadikan sebutannya oleh Allah Tuhan semesta alam dalam Kitab-Nya yang terpelihara dan Dia menjadikannya sebagai teladan yang ideal bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana yang di sebutkan dalam firman-Nya:

“Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.’ (QS.66:11)

Ulama tafsir sehubungan dengan tafsir ayat ini mengatakan bahwa sesungguhnya Asiah lebih memprioritaskan tetangga (hidup di sisi Allah) sebelum rumah. Ia berhak untuk diletakkan oleh Rasulullah SAW dalam urutan kaum wanita yang telah meraih kesempurnaan dalam hidupnya, melalui sabdanya yang mengatakan:

“Telah banyak dari kaum laki-laki yang mencapai kesempurnaan, tetapi tiada yang mencapai kesempurnaan dari kaum wanita, kecuali hanya Asiah, istri Fir’aun dan Maryam binti ‘Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiah di atas kaum wanita sama halnya dengan keutamaan tsarid (bubur roti yang lezat lengkap dengan keju dll.) di atas makanan lainnya.”

Inilah gambaran tentang Asiah yang beriman. Ia tak ubahnya bagaikan pelita yang menerangi kegelapan istana Fir’aun, lalu siapa lagi yang memberi penerangan kepada kita dengan pelita yang memancarkan cahaya dangan membawa misi kesabaran, keteguhan hati dan dakwah yang menyeru manusia untuk menyembah Allah SWT?.

Pencerahan

Kendalikanlah pikiran anda, niscaya anda akan meraih kebahagiaan.

 

Dipetik dari buku: “Jadilah Wanita yang paling Bahagia
” Karya “Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni

Demikianlah penjelasan tentang ”Wanita pejuang yang pertama” semoga artikel ini berguna bagi kelangsungan hidup anda, jadilah orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Artikel menarik lainnya…

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *