Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan

Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan

Adakalanya jiwa ini mengeluh karena musibah yang menimpanya, padahal ada jalan keluarnya semudah membuka ikatan.

 

Apakah yang disebut bahagia? Apakah bahagia itu ada pada harta ataukah pada kedudukan dan keturunan? Jawabannya beragam. Akan tetapi, marilah kita perhatikan kebahagiaan yang dialami oleh seorang wanita yang di sebutkan dalam kisah berikut: 

 Seorang lelaki bertengkar dengan istrinya.

Suami berkata: “Sungguh aku akan membuatmu menderita.”

Istrinya menjawab dengan tenang: “Kamu tidak akan mampu.”

Suami bertanya kepadanya: “Bagaimana bisa demikian?”

Istrinya menjawab: “Seandainya bahagia itu terletak pada harta, niscaya engkau dapat mengharamkannya dariku, atau jika terletak pada perhiasan, niscaya engkau dapat mencegahku darinya. Akan tetapi, tiada sesuatu pun yang engkau dan orang lain dapat memilikinya. Sesungguhnya kebahagiaanku berada dalam imanku, imanku berada dalam kalbuku, dan kalbuku tiada seorang pun yang dapat menguasainya, kecuali hanya Tuhanku.”

Inilah yang disebut kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu kebahagiaan iman. Tiada yang dapat merasakan kebahagiaan ini, kecuali hanya orang yang kalbunya telah dikuasai oleh cinta kepada Allah hingga masuk ke bagian yang paling dalam dan begitu pula jiwa dan pikirannya. Pada hakikatnya, yang memikiki kebahagiaan  adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, carilah kebahagiaan dengan taat kepada-Nya. Sesungguhnya satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan tiada lain hanyalah dengan mengenal agama yang benar yang telah di utuskan kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikannya.

Barang siapa yang telah mengenal jalan ini, maka tidak akan terhalang darinya bila ia tidur di rumah sederhana atau tidur di bawah emper toko atau merasa cukup dengan sepotong roti, untuk menjadi manusia yang paling bahagia di dunia. Berbeda halnya dengan orang yang sesat dari jalan ini, maka usianya akan di penuhi dengan kesedihan, hartanya menjadi penghalang, ilmunya mendatangkan kerugian, dan kesudahannya adalah beroleh kehinaan dan kekecewaan.

Pencerahan

Sesungguhnya kita memerlukah harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita harus hidup demi harta.

 

Dipetik dari buku: “Jadilah Wanita yang paling Bahagia
” Karya “Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni

Demikianlah penjelasan tentang ”Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan” semoga artikel ini berguna bagi kelangsungan hidup anda, jadilah orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Artikel menarik lainnya…

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *