Dia merelakan dirinya dan meraih ridha Tuhannya

Dia merelakan dirinya dan meraih ridha Tuhannya

Jangan berputus asa, karena putus asa adalah keingkaran. Barangkali saja dalam waktu yang dekat Allah akan memberikan kelapangan.

Pernahkah anda mendengar seorang wanita dari Bani Juhani yang tergelincir dan terjerumus ke dalam perbuatan zina, kemudian dia ingat kepada Allah, lalu bertobat dan kembali ke jalan-Nya?
Dia merelakan dirinya dan meraih ridha Tuhannya
Ia datang kepada Rasulullah SAW, meminta agar beliau sudi merajam dirinya, karena dengan begitu berarti beliau membersihkan dosanya. Ia datang dalam keadaan hamil dari perbuatan zinanya, lalu berkata:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan suatu perbuatan yang mengharuskan diriku terkena hukuman had, maka tegakkanlah hukuman itu atas diriku.”

Rasulullah SAW pun memanggil walinya dan berpesan kepadanya:

“Rawatlah ia dengan baik. Bila telah melahirkan anaknya, bawalah dia kepadaku.”

Wali wanita itu melakukan apa yang diperintahkan. Sesudah itu beliau SAW memerintahkan agar wanita itu diikat dengan kainnya, kemudian beliau memerintahkan agar ia dirajam. Sesudah itu beliau SAW menshalatkannya, tetapi ‘Umar bertanya:

“Wahai Rasulullah, apakah engkau menshalatkannya, padahal dia telah berbuat zina?”

Rasulullah SAW menjawab:

“Sesungguhnya dia telah bertobat, yang seandainya tobatnya itu dibagi-bagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, niscaya akan memuat mereka. Apakah engkau menjumpai hal yang utama daripadanya yang rela menyerahkan jiwanya demi meraih ridha Allah SWT?”

Sesungguhnya apa yang dilakukannya terdorong oleh kekuatan imannya sehingga membuatnya berani membersihkan diri dan memilih pahala di kemudian hari daripada kesenangan yang segera. Seandainya dia wanita yang tidak kuat imannya, niscaya tidak akan memilih mati melalui hukum rajam. Barangkali ada yang bertanya: “Mengapa dia sampai berbuat zina, padahal tiada yang melakukannya, kecuali hanya orang yang lemah imannya?” sebagai jawabanya, dapat dikatakan bahwa sesungguhnya manusia itu adakalanya lemah sehingga terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang, sebab dia memang diciptakan dalam keadaan lemah. Dia tergelincir karena memang dia diciptakan dengan watak tergesa-gesa dan dia sesat sejenak karena memang dia orang yang lemah. Akan tetapi, benih keimanan manakala tumbuh subur dalam kalbunya, maka akan menjadi pohong yang kuat dan teduh naungannya hingga memperlihatkan intinya yang asli dan keyakinannya yang kokoh. Faktor tersebutlah yang mendorong wanita ini untuk segera melapor kepada Rasulullah SAW untuk meminta agar beliau membersihkan dirinya dan rela menyerahkan nyawanya demi meraih ridha Allah SWT, rahmat dan ampunan-Nya.

Pencerahan

Janganlah anda terus-menerus mengeluh atau senang mengeluh!

 

Dipetik dari buku: “Jadilah Wanita yang paling Bahagia
” Karya “Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni

Demikianlah penjelasan tentang ”Dia merelakan dirinya dan meraih ridha Tuhannya” semoga artikel ini berguna bagi kelangsungan hidup anda, jadilah orang yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Artikel menarik lainnya…

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *