Perempuan Yang Dicintai Suamiku (2)

Perempuan Yang Dicintai Suamiku (2)

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Perempuan Yang Dicintai Suamiku

Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya, Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh dasar anak nakal, sini piringnya, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun! Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya, dan memanggilku, Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?” 

<<SebelumnyaSelanjutnya>>

<<Prev 01 02 03 04 05 Next>>
Artikel menarik lainnya…
Amal baik membahagiakan
Rupa guna air seni manusia
Angop, Mahakarya luar biasa
Kurangi marah agar lebih sehat
Menghitung harga nafas kita
Jantung, Mahakarya Sang Pemurah
Kelahiran alam semesta dalam Al-Qur’an
Rahasia cinta dibalik sungut nyamuk
Menghitung nikmat rambut
Malaikat maut pun menunggu shalatnya ulama
Pencari ilmu pemula dan yang expert
Image Photo Video Event Media Home
ANAK APLIKASI CINTA HIDAYAH HIKMAH KISAH LOGAM MITOS NARKOBA PONSEL RELIGI SEHAT TIPS WANITA WISATA

Mitra Kami

am production
Mari jadikan segalanya lebih baik lagi.

Terima kasih atas kunjungan ada dalam website sederhana kami, masih banyak artikel menarik lain yang belum sempat kami unggah disini, pastikan anda tetap mengikuti perkembangan terbaru halaman ini, catat dan simpan alamat website ini agar anda mudah mencari kami…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *